Berkshire Hathaway menjadi pembeli bersih saham untuk pertama kalinya sejak 2022 pada kuartal lalu, mengakhiri rentetan 14 kuartal berturut-turut di mana konglomerat ini berstatus penjual bersih. Perubahan ini cukup mencolok: Berkshire membeli saham senilai sekitar 23,5 miliar dolar sementara hanya menjual sekitar 3,7 miliar dolar, selisih yang cukup lebar untuk menandai perubahan sikap yang nyata, bukan sekadar fluktuasi kecil.

CEO baru Greg Abel juga menyetujui buyback saham senilai sekitar 4,5 miliar dolar selama kuartal tersebut. Buyback secara sederhana adalah aksi perusahaan membeli kembali sahamnya sendiri, yang mengurangi jumlah saham beredar dan dapat mendukung metrik per saham seperti laba dan nilai buku seiring waktu. Digabung dengan pembelian saham bersih tersebut, persetujuan buyback ini menjadi sinyal paling jelas sejauh ini bahwa strategi alokasi modal Berkshire telah bergeser dari bertahan menjadi menyerang di bawah kepemimpinan baru.

Abel mengambil alih posisi CEO sejak Januari, sementara Warren Buffett, yang kini berusia 95 tahun, tetap menjabat sebagai chairman. Proses suksesi ini menjadi sorotan ketat justru karena reputasi investasi Berkshire selama lebih dari setengah abad hampir seluruhnya dibangun berdasarkan penilaian pribadi Buffett. Saham Kelas A masih diperdagangkan pada harga sekitar $780.000 per lembar, harga yang tidak pernah dipecah (stock split) oleh Buffett karena ia menginginkan basis investor yang terdiri dari pemilik jangka panjang yang berkomitmen, bukan trader yang tertarik karena harga per saham yang lebih rendah.

Tumpukan kas dan obligasi Treasury jangka pendek milik konglomerat ini turun menjadi 365,5 miliar dolar dari rekor 397,4 miliar dolar pada Maret. Jumlah ini tetap sangat besar dalam perbandingan normal apa pun, lebih mendekati aset dana kekayaan negara (sovereign wealth fund) dibandingkan neraca korporasi pada umumnya, tetapi penurunannya sendiri adalah data yang lebih bermakna. Selama beberapa tahun terakhir, tumpukan kas Berkshire yang terus membesar dibaca sebagai sinyal bahwa manajemen melihat sedikit peluang dengan harga yang menarik. Penurunan yang signifikan ini, dibarengi dengan pembelian bersih, mengindikasikan bahwa pandangan tersebut mulai berubah.

Bagian yang paling banyak disorot dari pembaruan ini adalah Alphabet. Perusahaan induk Google tersebut kini masuk dalam lima kepemilikan saham publik terbesar Berkshire berdasarkan nilai pasar, bergabung dengan posisi jangka panjang di Apple, American Express, Bank of America, dan Coca-Cola. Berkshire mengalokasikan sekitar 10 miliar dolar ke Alphabet sebagai bagian dari ketertarikannya terhadap pengembangan kecerdasan buatan (AI) perusahaan tersebut, keputusan yang dilaporkan baru diambil Buffett setelah berkonsultasi langsung dengan Abel. Posisi baru yang terkonsentrasi sebesar itu, di tengah bantalan kas yang masih sangat besar, mencerminkan keyakinan yang selektif, bukan pergeseran luas ke arah sikap risk-on.

Sebuah konglomerat yang mengakhiri rentetan penjualan bersih selama beberapa kuartal dan kembali menjadi pembeli biasanya dibaca oleh investor profesional sebagai sinyal bahwa manajemen melihat lebih banyak peluang dengan harga menarik di pasar, meskipun pembelian dalam satu kuartal saja tidak menjamin kinerja saham yang lebih unggul dalam jangka pendek. Penting juga untuk memisahkan sinyal pembelian dari sinyal buyback: buyback mengurangi jumlah saham beredar dan dapat mendukung metrik per saham, tetapi dengan nilai 4,5 miliar dolar, persetujuan buyback ini tergolong sederhana dibandingkan kapitalisasi pasar dan tumpukan kas Berkshire secara keseluruhan, yang berarti sinyal yang lebih signifikan di sini adalah pembelian saham eksternal baru senilai 23,5 miliar dolar, bukan sekadar perusahaan membeli kembali sahamnya sendiri.

Berkshire juga menyelesaikan akuisisi terhadap perusahaan pengembang perumahan Taylor Morrison pada Juli, setelah kuartal tersebut telah berakhir. Transaksi ini tidak memengaruhi angka kas akhir kuartal yang dilaporkan, tetapi memperkuat pesan yang lebih luas: modal yang sebelumnya menganggur kini mulai dimanfaatkan, baik di pasar publik maupun melalui akuisisi langsung.

Kinerja operasional inti perusahaan sendiri terbilang solid. Laba operasional kuartal kedua, yang mengecualikan fluktuasi portofolio investasi yang volatil untuk mengisolasi laba dari bisnis inti Berkshire, naik 16% menjadi 12,98 miliar dolar dari 11,16 miliar dolar pada tahun sebelumnya. Kekuatan pada unit energi, kereta api, dan manufaktur berhasil mengimbangi hasil yang lebih lemah pada segmen asuransi (underwriting), di mana aktivitas klaim membebani lini laba segmen tersebut.

Pelemahan pada segmen underwriting asuransi bukanlah hal baru bagi Berkshire dan lebih mencerminkan variasi biaya klaim yang lumrah, bukan masalah struktural; segmen ini secara historis memang berfluktuasi antara kuartal yang kuat dan lemah tergantung aktivitas bencana serta siklus penetapan harga. Yang lebih penting dari cerita saat ini adalah kekuatan di segmen energi, kereta api, dan manufaktur cukup besar untuk lebih dari sekadar mengimbangi pelemahan tersebut dan tetap menghasilkan pertumbuhan laba dua digit, menegaskan bahwa bisnis operasional tetap sehat meski perhatian tertuju pada pergeseran pembelian di tingkat portofolio.

Meski kisah alokasi modal ini membaik, saham Berkshire baru naik sekitar 3% sepanjang tahun ini, jauh tertinggal dibandingkan kenaikan S&P 500 yang mencapai sekitar 13% pada periode yang sama. Kesenjangan ini menunjukkan bahwa pasar belum sepenuhnya mengapresiasi langkah-langkah awal Abel, atau sekadar masih menunggu bukti lebih lanjut bahwa pergeseran ke arah pembelian ini bersifat bertahan, bukan hanya data satu kuartal saja.

Gambaran lengkap mengenai apa saja yang dibeli dan dijual Berkshire selama kuartal ini baru akan tersedia setelah perusahaan mengajukan laporan kepemilikan 13F kepada regulator akhir bulan ini. Laporan tersebut biasanya menarik perhatian besar karena posisi-posisi yang diungkapkan Berkshire banyak dipantau dan sering ditiru oleh investor lain, dan laporan kuartal ini membawa bobot ekstra mengingat skala perubahan perilaku yang dilaporkan.

MC Markets tidak mengutip level sumber secara pasti tanpa verifikasi data pasar yang independen. Trader disarankan untuk memastikan harga saham terkini, kinerja indeks, dan tanggal pengajuan laporan melalui sumber data pasar mereka sendiri sebelum bertindak berdasarkan angka-angka yang dibahas di atas.

Trading Pasar AS Secara Luas Bersama MC Markets
Level Kunci

Wawasan Trading

Katalis jangka pendek yang paling jelas adalah pengajuan laporan 13F Berkshire akhir bulan ini, yang akan mengungkap cakupan penuh dari apa yang dibeli dan dijual di luar posisi utama di Alphabet, serta memperjelas apakah pembelian senilai 23,5 miliar dolar tersebut terkonsentrasi atau tersebar luas di berbagai sektor. Sampai saat itu, kenaikan saham yang baru sekitar 3% sepanjang tahun berjalan, dibandingkan kenaikan S&P 500 sebesar 13%, masih menyisakan ruang untuk penilaian ulang (re-rating) apabila pasar mulai memandang pilihan alokasi modal awal Abel sebagai sesuatu yang bertahan lama, bukan sekadar oportunistik. Besarnya sisa tumpukan kas senilai 365,5 miliar dolar juga menjadi penting: konglomerat yang masih memegang amunisi sebesar itu setelah kuartal pembelian senilai 23,5 miliar dolar memiliki ruang yang cukup besar untuk terus menempatkan modalnya jika valuasi tetap menarik, yang membuat Berkshire tetap relevan sebagai indikator kondisi pasar yang lebih luas, jauh melampaui pergerakan harga sahamnya sendiri.